UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN KUMUR (MOUTHWASH) DARI EKSTRAK DAUN SUKUN Artocarpus altilis (Parkinson ex F.A.Zorn) Fosberg TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans

yahdian rasyadi

Abstract


ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas sediaan kumur dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Kandungan tertinggi yang ditemukan pada daun sukun adalah flavonoid yang merupakan antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif. Sediaan kumur ekstrak daun sukun dibuat menjadi empat formula yaitu F0 (basis), F1 (ekstrak daun sukun 10%), F2 (ekstrak daun sukun 15%) dan F3 (ekstrak daun sukun 20%). Uji aktivitas antibakteri sediaan obat kumur dilakukan dengan metode difusi agar dan dianalisis dengan uji ANOVA satu arah, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil uji aktivitas antibakteri sediaan obat kumur memberikan diameter rata – rata daya hambat sebesar F0 (10,77 mm ), F1(12,2 mm), F2 (12,5 mm) dan F3 (13 mm). Formula yang memberikan daya hambat paling besar adalah F3, termasuk dalam kategori kuat.

Kata Kunci : sediaan kumur, ekstrak daun sukun, Streptococcus mutans

 

ABSTRACT

Research on mouthwash formulations from breadfruit leaf extract and antibacteria activity test against the bacteria Streptococcus mutans has been done. The highest content found in breadfruit leaf is flavonoids which is an antimicrobial that can inhibitit bacterial growth positive gram and negative gram. Mouthwashes breadfruit leaf extract is made into four formula that F0 (base), F1 (extract of breadfruit leaf pods 10%), F2 (extract of breadfruit leaf pods 15%) and F3 (extract of breadfruits leaf pods 20%). Mouthwash antibacterial activity  test undertaken by the agar diffusion method and analyzed by one-way ANOVA, continue with Duncan test. The results of the antibacterial activity test preparation mouthwash provides a mean diameter - average inhibition of F0 (10,77 mm), F1 (12,2 mm), F2 (12,5 mm) and F3 (13 mm). The formula that gives the greatest inhibition is F3, included in the strong category.

Keywords: mouth wash, readfruit leaf extract, Streptococcus mutans


References


Akarina, W. 2011. Pengaruh Konsentrasi Humektan terhadap Stabilitas Formula Obat Kumur. Jurnal USU, Medan.

Davis, W. W., & Stout. 1971. Disk Plate Methods of Microbiological Antibiotic Assay. Microbiology. 22(4):659-665.

Hariana HA, 2008. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya seri 2. Jakarta: Penebar Swadaya .h.100-115.

Mardiana, 2013. Daun Ajaib Tumpas Penyakit. Penebar Swadaya. Jakarta.

Oeding, M., Ed, M., Science, H., & Megan, E. 2012. Halitosis : A Clinical Review. Academy of Dental Learning & OSHA Training.

Pratiwi, S. 2008. Mikrobiologi farmasi. Jakarta: Erlangga.

Putri S. L. 2016. Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus Altilis) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans. Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado.

Saswati B, & Indranil B, 2011. Role of Vit AB, an ABC Transporter

Complex, in Viologen Tolerance in Streptococcus Mutans. Journal Antimicrob Agents Chemother.; 55(4).p.1460.

Wijayanti, A., Rahardjo, A., & Bahar, A. 2010. Perubahan Parameter Halitosis Setelah Penggunaan Siwak Salvadora Persica) Pada Santri Pondok Pesantren Tapak Sunan Usia 11-13 Tahun. Ina J Dent Res, Vol. 17 No.2. Jakarta : FKG UI .




DOI: http://dx.doi.org/10.36434/scientia.v9i1.201

Refbacks

  • There are currently no refbacks.